Gunung Sibayak Pemberi Kehidupan

Anggota tim Ekspedisi Cincin Api Kompas, berada di batuan dan belerang di kaldera Gunung Sibayak (2,212 mdpl), Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (26/7/2011)

Medan - Udara sejuk membuat sinar matahari terasa lembut. Hamparan ladang sayur menghijau, memanjakan mata. Berseling dengan tanaman jeruk yang menguning. Ungkapan ”Tanah Karo Simalem”, Karo yang nyaman dan menyenangkan, terasa pas betul.

Suasana itu tak lepas dari kehadiran gunung-gunung yang mengelilingi Karo, utamanya dua gunung api aktif, Sibayak dan Sinabung. Diberkahi tanah subur hasil pelapukan material vulkanik selama ribuan tahun, limpahan air dari lereng pegunungan, dan udara yang sejuk menjadikan Karo sebagai pusat sayuran terbesar di Sumatera Utara.

Kabupaten Karo terletak sekitar 77 kilometer arah selatan Medan. Berada di ketinggian 800-1.400 mdpl, suhu udara di sana terasa sejuk, rata-rata 17-20 derajat celsius. Sayuran dan buah-buahan menjadi denyut nadi masyarakat setempat. Sebanyak 72,3 persen dari 370.619 penduduk Kabupaten Karo hidup sebagai petani.

Sri Alem Sembiring, Antropolog dari Universitas Sumatera Utara, mengungkapkan, kepiawaian masyarakat Karo dalam bertani diwariskan turun-temurun. Mereka mengembangkan

pola bertani yang mencampur berbagai jenis tanaman dalam satu lahan. ”Tanpa sadar mereka memerhatikan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Pada tahun 1950-an, petani Karo sempat mengalami masa keemasan dengan mengekspor sayuran ke Singapura dan Malaysia.

Ruang spiritual

Ketergantungan ekonomi terhadap lingkungan membuat gunung-gunung mendapat tempat tinggi dalam alam pikir warga. Gunung juga menjadi ruang spiritual bagi masyarakat Karo.

Di Gunung Sibayak, ruang-ruang spiritual itu tampak jelas. Suatu siang di pertengahan Juli 2001, di kolam pemandian air panas Lau Debuk-Debuk, Sabar Kita Karo dan Baginta Simanjorang menggelar tikar dan menyusun sesaji dengan arah hadap ke Gunung Sibayak.

Sabar berkeramas di salah satu kolam air panas, kemudian membungkus kepalanya dengan kain putih. Di atas tikar mereka menggelar sesaji berupa rokok yang dijepitkan ke ranting, kelapa, pisang, dan sirih. Bagi Sabar, Sibayak merupakan rumah leluhur. Sebulan sekali dia melakukan ritual di sana.

Air panas Lau Debuk-Debuk di ketinggian 1.500 mdpl itu merupakan salah satu titik keramat di kawasan Sibayak. Mata air panas muncul melalui retakan aliran lava di daerah selatan Sibayak. Selain di kolam Lau Debuk-Debuk, air panas itu ditampung dan dikelola warga sebagai tempat pemandian air panas.

Selain Lau Debuk-Debuk, Sabar mengatakan, ada beberapa lokasi di Sibayak yang dianggapnya sakral, seperti batu marlunglung dan batu takal (kepala) kuda di Puncak Sibayak.

Sri Alem Sembiring bersama sejumlah mahasiswa pernah mengidentifikasi titik-titik yang dikeramatkan di Sibayak. ”Titik-titik itu berupa sumber air panas, tebing, dan batu yang juga merupakan titik rawan bagi keselamatan orang kampung,” ujarnya.

Titik-titik itu menjadi tempat khusus yang dirawat, dijaga, dan tidak boleh diganggu oleh warga yang masih meyakininya. Jika tempat itu terganggu, mereka meyakini akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap kampung mereka. Selain itu, titik-titik ritual ini menjadi sumber penting pengetahuan lokal.

Keberadaan air panas sebetulnya menjadi pertanda aktifnya Gunung Sibayak (2.094 mdpl). Sibayak termasuk gunung api tipe B lantaran tidak terdapat kegiatan magmatik sejak tahun 1600. Tanda aktifnya gunung itu lebih jelas lagi dengan adanya hamparan ladang solfatara berupa ”noda” kekuningan belerang dengan uap panas yang menyembur dari dalam bumi.

Titik spiritual lain ada di takal kuda, seperti disebutkan oleh Sabar. Konon, lantaran bentuknya mirip dengan kepala kuda jika dari jauh, batuan ini disebut takal kuda.

Selain bebatuannya yang disakralkan, proses pendakian ke Sibayak juga memiliki makna sendiri. Sebagian masyarakat Karo masih percaya, siapa yang ingin kaya, sebaiknya mendaki Sibayak. Dalam bahasa Karo, sibayak bisa diartikan ”orang kaya”.

Legenda yang menyelimuti gunung ini memang terkait hasrat manusia akan pengejaran materi walaupun tak jarang kemudian berbuah petaka yang disesali selamanya. Kisahnya tentang Kandibata, tabib sakti yang mengabaikan putrinya yang sakit demi mengejar bayaran dari menyembuhkan warga di negeri lain.

Dari Puncak Sibayak pagi itu, ”Tanah Karo Simalem” terlihat menghampar luas, hijau, dan menyimpan kekayaan. (kompas)
Read More...

Ritual Sarilala atau tolak bala di Desa Gurukinayan Tanah Karo

Dukun perempuan mengalami kesurupan saat memimpin jalannya ritual Sarilala atau tolak bala di Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (22/7/2011). Ritual ini jarang dilakukan warga setempat. Sebelumnya pernah dilakukan saat Gunung Sinabung meletus Agustus 2010, dan kali ini kembali dilakukan sebagai harapan agar gunung tidak meletus lagi.

Tanah Karo - Tambah Tarigan (70) duduk takzim dengan lutut ditekuk. Sirih dan tembakau tersaji di depannya. Kedua tangan keriputnya menyatu di depan dada. Suasana hening. Tiba-tiba tubuhnya bergetar. Hanya sesaat, lalu kembali diam.

Orang-orang di dalam rumah panggung kayu itu tegang menantikan adegan berikutnya. ”Nggo reh nini, kai penungkunen kena (Nenek sudah datang. Kalian mau tanya apa)?” suara Tambah memecah keheningan.

Tiga pemuda desa yang duduk mengitari Tambah lalu bertanya. ”Apakah Sinabung akan meletus lagi?” ujar Sabirin Manurung, pemuda yang biasa menjadi pemandu pendakian.

Mata Tambah terpejam. Suara gemeresak seperti radio rusak keluar dari tenggorokan, sementara bibirnya terkatup. Setelah suara gemeresak berhenti, Tambah berujar, ”Kata ’mereka’, Sinabung tidak akan meletus lagi. Aman.” ”Mereka” yang dimaksud adalah roh-roh leluhur di Sinabung.

”Kenapa tahun lalu Sinabung meletus?” ujar Sabirin lagi. Suara gemeresik kembali terdengar dari tenggorokan Tambah. ”’Mereka’ marah. Warga menambang batu dan melukai ’mereka’. Warga sudah meninggalkan ’mereka’ dan tidak mau mengadakan upacara lagi,” ujar Tambah.

Bagi Tambah, Sinabung bukan hanya batuan. Ia sosok hidup, bisa terluka dan marah. Asap putih yang mengepul dari puncak Sinabung ibarat embusan napas roh-roh gunung.

Roh yang semula tertidur tenang itu bangkit sejak setahun lalu. Sinabung, yang tak pernah tercatat aktif, tiba-tiba meletus pada 29 Agustus 2010. Letusan gunung juga memicu kembalinya kepercayaan tradisional.

Kembali marak

Hanya beberapa hari setelah letusan, para guru si baso disibukkan berbagai upacara. Tambah, misalnya, diminta turut memimpin ritual pemberian sesaji berupa rokok, bunga, dan hasil bumi di dekat Danau Lau Kawar, yang berada persis di kaki Sinabung.

Ritual juga diadakan di Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung, dan di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Naman Teran. Seekor kambing putih dan lembu dilepaskan di kaki gunung sebagai persembahan.

Ritual hampir dilakukan sepanjang tahun. Warga biasanya segera mengadakan ritual jika merasa menemukan keganjilan. Seperti yang terjadi di Desa Guru Kinayan, pertengahan Juli 2011.

Beberapa warga mengaku melihat sarilala, semacam bola api, melintasi desa mereka. Khawatir terjadi musibah, terutama karena gunung meletus, warga menaruh sesaji di tempat keramat, seperti sumber air, pohon besar, dan makam kuno.

Guru si baso didaulat menjadi medium untuk meminta kepada roh leluhur. Puluhan warga lalu berduyun-duyun menuju jambur, tempat mereka menari-nari diiringi gendang. Aparat desa pun turut serta dalam ritual tersebut.

Salah seorang warga, Harapan Sembiring (60), turut dalam upacara itu karena berharap desanya tak terkena petaka. Ritual itu juga membawa manfaat lain. Upacara yang dipersiapkan dengan gotong-royong telah membangkitkan kebersamaan. ”Orang-orang tua juga berpesan dalam upacara tadi supaya warga akur, saling tolong, dan berbuat baik,” ujarnya.

Sebelum letusan Sinabung, ritual tradisional sulit ditemui. Rita Smith Kipp, antropolog dari Kenyon College, dalam bukunya, Dissociated Identities Ethnicity, Religion, and Class in an Indonesian Society, 1993, menulis, ritual skala besar mulai jarang dijumpai di Karo sejak 1970-an. Redupnya ritual ini, menurut Rita, tak lepas dari kian banyaknya orang Karo yang memeluk agama formal.

Memudar bukan berarti hilang. Antropolog dari Universitas Sumatera Utara, Sri Alem Sembiring, sejak lama mengamati peran guru si baso sebagai penjaga tradisi. ”Masyarakat memang jarang mengadakan upacara, tetapi kelompok tabib dan guru rutin melakukan ritual di tempat keramat,” ujarnya.

Namun, Sri Alem menangkap perbedaan ritual yang dilakukan sebelum dan sesudah letusan. Sebelum letusan, ritual tidak khusus ditujukan atau terkait gunung. Alasannya, selama ratusan tahun Sinabung tidak pernah meletus sehingga masyarakat tidak lagi memiliki memori yang menakutkan terhadap gunung.

Ketika Sinabung meletus, berbagai ritual yang dasarnya pemberian sesaji alias ercibal untuk tolak bala itu difokuskan ke Sinabung.

Ritual-ritual ini dipimpin guru si baso yang menjadi penghubung antara warga dan roh. Guru diyakini memiliki pengetahuan tentang alam semesta yang berasal dari Yang Kuasa. Mereka juga berfungsi sebagai biak penungkunen, tempat meminta penjelasan dan sehat atas peristiwa aneh yang dialami.

Di sisi lain, warga mengalami krisis kepercayaan terhadap ilmuwan dan pemerintah, yang dianggap gagal memperingatkan soal letusan Sinabung, yang tiba-tiba terjadi. ”Masyarakat berpikir, geolog saja bisa keliru. Itu berarti ada rahasia yang tak terungkap,” ujarnya.

Warga kemudian memilih pasrah dan menyerahkan ”rahasia alam” itu kepada guru si baso. Kepasrahan dan ritual ini menjadi perlindungan dari segala kerumitan fenomena alam yang tak terjelaskan.

Itu pula yang mendorong tiga pemuda desa memilih mendengarkan gemeresik suara dari tenggorokan Tambah Tarigan ketimbang datang ke Pos Pemantauan Gunung Api Sinabung. (Kompas)
Read More...

Ruby Owner Club (ROC) Sumut Kembali Menggelar Touring

Medan , Keluarga besar Ruby Owner Club (ROC) Sumut, Minggu (16/10), kembali menggelar touring. Kali ini lokasi yang disasar adalah Pantai Gudang Garam, Pantai Cermin, Serdang Bedagai. Kegiatan ini merupakan jawaban atas permintaan sebagian besar anggota agar touring jarak pendek lebih rutin dilakukan, sehingga jalinan silaturahmi antar sesama angota semakin erat. Lebih rutin lebih baik.

Sekira pukul 08.30 WIB suara gahar mulai membahana di Cafe Harley, Jalan Multatuli. Satu per satu anggota klub moge (motor gede) itu memasuki halaman parkir cafe yang rutin dijadikan sebagai titik kumpul sekaligus titik start. Tiga pekan sebelumnya saat touring ke Tanah Karo, start pun dilakukan di titik kumpul yang sama. “Meski tadi sempat hujan, namun anggota yang ikut tetap banyak,” ujar Ketua ROC Sumut, Agus Suherman, didampingi Sekjen, Arifin saat briefing sebelum keberangkatan.

Kepada semua anggota, Agus Suherman, yang akrab dipanggil Chip oleh anggotanya tetap meminta agar peraturan lalulintas dipatuhi dan diutamakan. Selain kelengkapan kendaraan, helm juga wajib dikenakan. “Ini merupakan touring kita yang kesekian kali. Saya harap safety riding tetap diutamakan,” katanya.

 
Dia juga menginformasikan tentang rencana touring ke Kilometer Nol, Sabang, Aceh. Menurutnya, sekitar Desember tahun ini rombongan ROC dari beberapa Chapter di Pulau Jawa bakal touring ke Sabang. “Kita harus mempersiapkan penyambutan dan kita berharap banyak anggota kita yang bisa turut serta,” tambahnya.
Sementara itu, Sekjen ROC Sumut, Arifin menambahkan, touring ke Pantai Gudang Garam selain untuk bersilaturahmi, juga untuk berwisata. “Istilahnya wisata kuliner. Karena aneka seafood sudah menunggu kita,” ujarnya. PNS di Sekretariat DPRD Sumut memang paling akrab dengan semua anggota, karena pemberitahuan kegiatan kepada seluruh anggota, dia yang melakukannya.
Read More...

Sunggal Raih Emas Pertama Tenis Meja

Medan, Kontingen Kecamatan Sunggal berhasil meraih emas pertama cabang tenis meja Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2011, setelah ganda putra Afal/M Yunus mengalahkan pasangan M Jafar/M Said dengan skor 3-2 (11-8, 9-11, 11-6, 9-11 dan 11-7) pada babak final di Pasar Ramai Jalan Thamrin Medan, Minggu (16/10) sore.

Partai final ganda putra tersebut merupakan “All Sunggal Final”, karena kedua pasangan yang bertandingan merupakan atlet asal Kecamatan Medan Sunggal. Hebatnya lagi, M Said merupakan pelatih sekaligus ayah kandung dari Afal. Meskipun demikian, bikan berarti salah saru pasangan mengalah.

Kejar-kejaran angka terus terjadi. Namun, pasangan M Jafar/M Said merus mengakui keunggulan Afal/M Yunus yang lebih unggul dalam stamina. M Jafar/M Said harus puas untuk meraih medali perak. Medali perunggu direbut oleh Sugianto/Tek Kim (Medan Area) dan Johannes M/Maidin (Helvetia).

Sekretaris Umum Pengcab PTMSI Medan Azantaro mengatakan, pihaknya tetap merasa bergembira meski jumlha peserta Porkot kali ini lebih sedikit dari tahun lalu. Tapi, itu merupakan hasil dari ketegasan Pengcab PTMSI Medan. “Kita tegas dengan menutup pendaftaran tepat pada waktunya. Meskipun masih ada kecamatan yang mendaftar, kita tolak agar kedepannya semua semakin tertib,” ujarnya.
Selain itu, pihanya juga merasa bergembira, karena Cabang tenis meja Porkot 2011 ini diikuti oleh 17 kecamatan, minus Kacamatan Belawan, Polonia, Johor dan Maimon. “Ini menandakan tenis meja mulai berkembang di kecamatan-kecamatan,” ungkapnya.

Pertandingan semifinal cabang tenis meja akan kembali dilajutkan pada Senin (17/10) hari ini. Untuk kategori tunggal putri U-25, Juliani Pratiwi (Medan Deli) akan menantang Dinda Ayu (Medan Barat) dan Alva Frida (Selayang) melawan Riskha Amelia (Helvetia). Untuk tunggal bebas putri, Juliani Pratiwi (Deli) menantang Elva Frida (Selayang) dan Syahra Lutfia (Sunggal) menghadapi Riskha Amelia (Helvetia).
Selain itu, pada babak semifinal tunggal putra U-12, Alfaqih (Selayang) akan menghadapi MHD Alwafi (Sunggal) dan Kevin Karo-karo (Tuntungan) menghadapi M Thariq (Helvetia). Tunggal putra U-15, Suwira Ardian (Tuntungan) menghadapi Altof Santoso (Selayang) dan M Thariq (Helvetia) melawan Andrew Nasalim (Selayang). Tunggal putra U-25, M Afal (Sunggal) melawan Maidin Prayogi (Helvetia) dan Suwira (Tuntungan) melawan Dani Daud (Denai). (analisa)
Read More...

Saat Penelitian Pria Warga AS Tewas Jatuh ke Jurang

Medan, Dongkres Rasel alias Ras (59) warga negara Amerika Serikat meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Bener Meriah, Sabtu (15/10) pukul 12.15 WIB. Korban terjatuh saat melakukan penelitian ekosistem alam bebas di Gunung Meriah, Aceh Tengah.
Menurut informasi, Sabtu (15/10) pagi, korban bersama 19 rekannya melakukan penelitian di wilayah pegunungan Meriah. Selama dua jam pendakian, mereka menemukan jejak bekas tapak kaki seekor binatang buas.

Ras bersama temannya melakukan penelitian. Tiba-tiba dia seperti merasa kesakitan. Ketika ia sedang jongkok dan mencoba melakukan penelitian tersebut. Karena udara dingin dan kelelahaan membuat sekujur tubuhnya sempoyongan dan langsung tersungkur ke jurang dengan ke dalam 5 meter. Saat terjatuh tubuhnya tersangkut di batang pohon.

Beberapa rekannya melakukan penyelamatan dengan alat seadanya. Hampir dua jam Ras baru dievakuasi ke rumah sakit. Setiba di UGD RS Bener Meriah, nyawa Ras tak biasa diselamatkan. Diperkirakan ia tewas di perjalanan menuju rumah sakit.

Sebelum dibawa ke Jakarta, tim dokter menyarankan agar jasad korban di bawa ke RS Pirngadi Medan sampai di kamar jenajah sekira jam 08.00 WIB, untuk di visum. "Kami sempat sulit mengevakuasinya. Hampir dua jam proses pengevakuasi dia. Saat di rumah sakit, ia sudah tak bernyawa. Diperkirakan, Pak Ras (korban) meninggal di perjalanan. Karena terlalu lama mendapatkan pertolongan dari tim medis. Ia diketahui menderita serangan jantung," kata Fendi, rekan kerja korban saat di RS Pirngadi Medan.

Diakuinya, korban merupakan sesosok orang yang pintar dan baik. Selama dia tinggal di Takengon, Aceh Tengah, ia banyak memberikan arahan-arahan kepada teman-temannya. Bukan itu saja, Ras juga peduli dengan masyarakat kecil.

Staf UNICEF

Selama keberadaan, Ras melakukan penelitian Ekosistem. Ditambah Fendi, Ras merupakan staf di UNICEF asal Amerika Serikat. Di Indonesia, Ras sudah lama. Selama tinggal di Indonesia. dia menikah dengan seorang wanita bernama Sri. Setelah itu ia mualaf. Mereka dikarunia tiga anak. Istri almarhum, Sri dan ketiga anaknya tinggal di Jakarta.

"Kami merasa terpukul atas kepergiannya. Tidak ada lagi sesosok pemimpin selain dia. Rencananya, jasadnya di semayam di Jakarta. Sedangkan istri dan anak-anaknyaa menunggu kedatangan jenazah korban," jelasnya.

Seorang penggiatan ekosistem asal Tanah Karo, Dina Nasution menambahkan, dia atas perwakilan teman-teman LSM Ekosistem asal Tanah Karo mendapat kabar siang kemarin setelah dihubungi lewat seluler. (Analisa)
Read More...

Website Termahal di Dunia Milik Indonesia yang Tidak Berguna

Halaman depan untuk mengakses e-mail resmi DPR RI.
Peneliti dari Indonesia Budget Centre, Roy Salam, menyampaikan, DPR berkewajiban memublikasikan setiap kegiatan yang dilakukan atau produk yang mereka hasilkan melalui teknologi informasi yang dapat diakses setiap orang. Namun, menurut dia, para anggota Dewan kurang memanfaatkan teknologi yang mereka miliki. Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur teknologi informasi bagi DPR itu, kata Roy, tidak sedikit.

"Sebetulnya, DPR banyak yang sudah ada di dalam terkait daya dukung untuk memperkuat data dan informasi. Hanya saja tidak terkoordinasi dengan baik," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (8/5/2011).

Dalam jumpa pers itu, hadir pula Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Ronald Rofiandri dan peneliti korupsi politik Indonesia Corruption Watch, Abdullah Dahlan.

Menurut Roy, berdasarkan DIPA Setjen DPR 2010, biaya pemeliharaan jaringan sistem informasi website resmi DPR, yakni www.dpr.go.id, pada 2010 berkisar Rp 9,75 miliar, yang terdiri dari biaya pembayaran provider website senilai Rp 8,4 miliar per tahun dan biaya pemeliharaan situs www.dpr.go.id senilai Rp 1,3 miliar.

"Kemudian, ada program untuk pengembangan sistem informasi dengan budget Rp 9,3 miliar pada 2010 dan Rp 12 miliar pada 2009," katanya.

Sayangnya, website resmi DPR yang menelan biaya cukup besar itu, lanjutnya, tidak dimanfaatkan dengan baik. Contohnya, situs itu tidak digunakan untuk memublikasikan hasil studi banding DPR ke luar negeri selama 2009-2014. Situs www.dpr.go.id juga tidak menyediakan fitur tersendiri yang menempatkan laporan kunjungan ke luar negeri.

"Laporan studi banding BURT ke Maroko, Jerman, Perancis, studi banding Panja RUU Kepramukaan ke Korsel, Jepang, dan Afrika Selatan, studi banding Badan Kehormatan ke Yunani adalah contoh laporan yang hingga saat ini belum dipublikasikan melalui situas dpr.go.id," ujarnya.

Roy juga menilai, DPR telah melakukan pemborosan dengan tidak memanfaatkan secara maksimal teknologi yang sudah mereka miliki. Apalagi, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur itu tidak murah. Contoh lain kurangnya pemanfaatan teknologi oleh DPR, kata Roy, adalah terkait penggunaan perpustakaan DPR. Sedianya, perpustakaan tersebut dapat menjadi sarana mencari informasi terkait rancangan undang-undang yang tengah dibahas. Namun, DPR seolah lebih senang melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ketimbang mencari informasi dari perpustakaan.

"Biaya untuk pembayaran provider website informasi perpustakaan per tahun pada 2010 sebesar Rp 660 juta atau Rp 55 juta per bulan. Promosi perpustakaan per tahun sebesar Rp 192 juta atau Rp 16 juta per bulan," katanya.

Sumber Berita
Read More...

Pure Saturday Bikin Kaskuser Gempar

Kreativitas untuk menyajikan hiburan bisa dilakukan dalam bentuk apa saja, termasuk hajatan Movie Night Out yang biasa diadakan untuk komunitas pengunjung situs Kaskus atau yang akrab disapa Kaskuser.

Seperti dijelaskan Marketing Public Relations Kaskus, Tia, Movie Night Out adalah event nonton film serta music performance yang akan digelar di tujuh kota besar di Indonesia dengan mengambil lokasi-lokasi unik di daerah masing-masing.

Movie Night Out, lanjut Tia, tak sekadar mengajak Kaskuser untuk menikmati suguhan film layar lebar seperti biasanya. "Biasanya 'agan-agan' pada nonton di bioskop kan, 'Gan'? Makanya, Kaskus dan simPATIzone Friday Movie Mania dan sponsor ajib lainnya Kaspay, KasAds, Kompas.com, Provoke, Total Film, Rase FM, OZ FM, Ardan, 99ers, Infobdg, mau ngasih suasana nonton serta hiburan yang berbeda nih dari event ini," lanjutnya.

Misalnya, pada Movie Night Out yang digelar pada 22 April 2011 lalu di Selasar Sunaryo, Bandung, Jawa Barat, para Kaskuser tetap antusias dan terhibur meski hujan deras sempat mengguyur Kota Kembang.

"Acaranya berjalan seru dan mulus, walaupun sebelum acara dimulai, hujan sempat melanda Selasar Sunaryo, namun hal ini tidak mengganggu jalannya acara, dan para Kaskuser yang datang pun tetap antusias mengikuti acara ini sampai selesai," jelas Tia.

Acara yang berjalan selama lebih kurang empat jam ini diisi dengan pertunjukan film dan musik. Film yang diputar adalah F3, film pendek yang merupakan hasil karya anak-anak Bandung. Film-film tersebut di antaranya Rasa Rindu, The Inspiration, serta Wawan dan Wati. Tak ketinggalan pula film Paris Je T'Aime yang berdurasi 120 menit.

Seusai nonton bareng, Kaskuser selanjutnya dimanjakan dengan penampilan grup band Pure Saturday yang juga berasal dari Bandung. "Band ini sempat menggemparkan Selasar Sunaryo malam itu. Dengan kedatangannya, para penonton benar-benar terhibur oleh penampilannya dan para penonton serasa kembali ke masa lalu pada saat Pure Saturday membawakan lagunya yang sempat menjadi hits di tahun 1990-an akhir yang berjudul 'Kosong'," cerita Tia.

Penasaran dengan seru-serunya Movie Night Out? Setelah Bandung, ajang ini selanjutnya akan dilangsungkan di Yogyakarta pada 20 Mei 2011, disusul Solo (17 Juni 2011), Malang (22 Juli 2011), Medan (19 Agustus 2011), Bali (23 September 2011), dan Jakarta (21 Oktober 2011).
Read More...

Reaksi Syahrini Soal Foto Panas di Internet

Syahrini belum bisa bernapas lega. Belum juga usai masalah kisruhnya dengan Anang, penyanyi sintal ini harus menghadapi persoalan baru. Foto-foto seksinya kini beredar luas di Internet. Mantan teman duet Anang ini mengaku terkejut.

"Ya, pasti kaget lah, kok ada foto-foto itu di Internet," kata Rani, adik sekaligus manajer Syahrini, saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 15 Mei 2011.

Rani tak mau berkomentar banyak soal foto-foto yang beredar luas di dunia maya itu. Ia mengaku dirinya dan Syahrini belum memikirkan langkah dan tindakan apa yang akan mereka ambil terhadap peredaran foto-foto itu. "Belum tahu, gimana-gimananya. Masih kaget saja. Tapi, sebenarnya mau dicuekin saja," ungkapnya lagi.

Lebih dari lima foto Syahrini tersebar di sebuah blog di Internet. Foto-foto itu dipampangkan dengan judul "Heboh Foto Hot Skandal Syahrini Dugem Bersama Beberapa Pria". Di foto-foto itu terdapat dua gambar yang memperlihatkan Syahrini berpose dengan tiga pria. Yang lain, mempertontonkan berbagai pose Syahrini dengan beragam pakaian menggoda.

Sumber  vivanews.com
Read More...

109 Siswa SMA/MA dan SMK di Medan Tidak Lulus

Dinas Pendidikan Kota Medan mengumumkan hasil ujian nasional (UN) tahun 2011. Dari 39326 peserta UN SMA/MA dan SMK yang tidak lulus mencapai 109 orang. Dengan perincian SMA dan MA peserta 24440, tidak lulus 66 orang sama dengan 0,27 persen. Khusus SMA peserta 22579 orang, tidak lulus 56 sama dengan 0,25 persen.

Sedangkan SMK peserta 14886 tidak lulus 43 orang sama dengan 0,29 persen. Demikian disampaikan Kadis Pendidikan Kota Medan, Drs Hasan Basri, MM kepada wartawan di Medan, Minggu (15/5).

Hasan menjelaskan, adapun sekolah yang siswanya tidak lulus 100 persen untuk SMA yakni SMA Negeri 2 (2 orang), SMAN 7 (2), SMA 15 (1), SMA Raksana (1), SMA Kemala (5), SMA Angkasa (2), Suci Murni (1), SMA Kalam Kudus (1), Al Itihadiyah (1), SMA Indonesia (2), SMA Parulian 1 (1), ST Maria (1), SMA Al Hilal (4), SMA Josua (1), SMA Amal Bakti (1), SMA Hang kesturi (1) SMA Santo Thomas 3 (2), SMA Kebangsaan (2) , SMA Karya Kesuma (7), SMA Muhammadiyah 3 (1), SMA Budi Sunggal (1), SMA Brigjen Katamso Sunggal (1) SMA Negeri 20 (1), SMA Ekklesia (1), SMA Budi Murni 3 (1) SMA UPMI (1), SMA ST Petrus (2), SMA Afifiyah (3), SMA Harapan 2 (1), SMA Mardi Lestari (2), SMA Al Falah (1), dan SMA Dorema (1).

Sedangkan untuk SMK yang tidak lulus, SMK Al Fatah (1 orang), SMK Dwi Warna2 (1), SMK Negeri 3 (1), SMK Al Washliyah4 (1), SMK Negeri 9 (1), SMK Pencawan 2 (1), SMK Negeri 2 (3), Multi Karya (1), SMK Medan Area 2 (1), SMK Negeri 10 (1) SMK Negeri 12 (1), SMK Teladan (2), SMK Indonesia Membangun2 (2), SMK Budi Satriya (15), SMK Karya Agung (1). SMK Darma Bakti (2), Harahap Mekar 2 (1), SMK Negeri 8 (2), SMK Negeri 5 (5).

Dia mengatakan pengumuman UN akan dilaksanakan serentak di Kota Medan Senin (16/5) sekira pukul 15.00 WIB dan kepada siswa-siswi dan tidak lulus diminta tidak berkecil hati dan dapat mengulang pada tahun depan. Sedangkan kepada sekolah, guru dan orangtua diminta memberikan pemahaman dan motivasi agar tidak melakukan hal-hal dilarang. "Ketidak lulusan tahun ini bukan berarti "tamat". Tapi sebuah keberhasilan yang ditunda dan diharapkan untuk mengulang karena UN kali ini tidak ada ujian ulangan," kata Hasan.

MA Sumut

Sementara 40 siswa Madrasah Aliyah (MA) yang dinyatakan tidak lulus pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011 yang akan diumumkan secara serentak, Senin (16/5) hari ini.

Walaupun demikian secara umumnya tingkat kelulusan siswa MA di Sumatera Utara meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 18.712 peserta, kelulusan mencapai 99,787 persen atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang berada di angka 94,30 persen.

Demikian disampaikan Kepala Kementerian Agama Wilayah Sumut Drs. H. Syariful Mahya Bandar MAP kepada wartawan di Asrama Haji Medan, Minggu (15/5).

Kanwil Kemenagsu yang didampingi Kabid Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda), Drs H.M Yulizar Lubis, Kasi Supervisi dan Evaluasi Drs. Khairul Amani dan Kasubbag Hukmas dan KUB Drs. Khairul Syam menyebutkan, Program Bahasa yang diikuti 85 siswa berhasil lulus 100 persen, begitu juga dengan program Keagamaan yang diikuti 162 siswa lulus seluruhnya.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya karena tidak ada jenjang atau program pendidikan yang berhasil lulus 100 persen," ungkap Mahya.

Dengan peningkatan ini menunjukkan bahwa kualitas MA baik yang negeri maupun swasta tidak kalah bersaing dengan lulusan SMA sederajat lainnya, jelas Yulizar.

16 Daerah Lulus 100 Persen

Dia menjelaskan, dari 31 kabupaten/kota yang menjadi rayon pelaksanaan UN MA Sumatera Utara, 16 daerah di antaranya berhasil lulus seluruhnya adalah Kota Pematangsiantar 232 peserta, Binjai 338 siswa, Tebing Tinggi 275 siswa, Tanjung Balai 370 siswa, Sibolga 179 siswa, Padangsidimpuan 575 siswa, Gunung Sitoli 69 siswa dan Simalungun 863 siswa.

Selanjutnya Kabupaten Karo 93 siswa, Dairi 196 siswa, Kabupaten Tapanuli Utara 29 siswa, Tapanuli Tengah 437 siswa, Humbang Hasundutan 18 siswa, Pakpak Bharat 21 siswa, Labuhanbatu 895 siswa dan Kabupaten Nias Utara 10 siswa.

Medan terbanyak

Sedangkan Medan menjadi daerah yang terbanyak siswa tidak lulus, yaitu sebanyak 10 siswa dengan jumlah peserta sebanyak 1.861 siswa, Deliserdang dengan peserta 932 tidak lulus 3 orang, Langkat peserta 1.404 tidak lulus 2 siswa dan Asahan 1.5502 siswa tidak lulus 7 siswa.

Berikutnya Labuhanbatu peserta 927 siswa tidak lulus 2 orang, Tapanuli Selatan 634 siswa tidak lulus 3 siswa, Mandailing Natal 2.368 siswa tidak lulus 2 orang, Serdang Bedagai 764 siswa tidak lulus 3 orang, Batubara 1.059 siswa tidak lulus 3 orang, Padang Lawas 858 siswa tidak lulus 1, Paluta 879 siswa tidak lulus 1 dan Labuhanbatu Utara dengan peserta 833 siswa tidak lulus 3 0rang.

Lebih lanjut Yulizar menjelaskan, nilai rata-rata tertinggi adalah Kota Binjai dengan nilai rata-rata 8,45 disusul Pematang Siantar 8,36 dan Serdang Bedagai dengan nilai rata-rata 8,31.

Sumber   analisadaily.com
Read More...

Real Madrid Izinkan Benzema ke Arsenal

Manajemen Real Madrid memberikan lampu hijau bagi Karim Benzema jika ingin pindah ke klub Liga Primer Arsenal.

Syaratnya Arsenal harus memenuhi biaya transfer yang diminta Madrid yaitu Pound 25 juta atau sekira Rp346,6 miliar untuk memboyong bintang Prancis itu.

Benzema kabarnya memang menginginkan Arsenal sebagai klub barunya setelah Jose Mourinho tidak menjanjikan tempat utama bagi pemain berusia 23 tahun itu.

Sebelumnya agen Karim Benzema mengatakan sudah melakukan pembicaraan awal Real Madrid untuk menambah waktu bermain Benzema.

Namun setelah Presiden Real Madrid Florentino Perez mengabaikan permintaan itu, maka sang agen meminta agar Los Blancos melepas Benzema.

Real Madrid mematok harga Pound 25 juta dan Arsenal diharapkan segera melanjutkan negosiasi untuk mendapatkan pemain berbakat ini.

Benzema dikabarkan lebih memilih merumput di Stadion Emirates meski sejumlah klub besar Italia seperti Inter Milan dan Juventus juga menyatakan minat mereka.

Tawaran untuk kembali ke Prancis juga datang, namun Benzema nampaknya memilih London karena ingin bekerja di bawah Arsene Wenger.

Jika Benzema bergabung maka sudah hampir pasti pemain Denmark Nicklas Bendtner yang akan meninggalkan Emirates karena tak mampu menembus tempat utama.

Tetapi masalah yang menghadang adalah ketersediaan dana. Arsenal dikabarkan hanya mau membeli Benzema dengan harga Pound 20 juta atau Rp277 miliar.

Selain itu, jika Benzema bergabung akan menyulitkan Arsene Wenger sendiri.

Sebab skema permainan Arsenal selama ini tidak bisa mengakomodasi Robin van Persie dan Karim Benzema sekaligus.
Read More...

Video Gallery

Streaming Radio Karo